SAMPANG — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempertegas arah pengembangan lembaga, kegiatan Penyelarasan Visi, Misi, dan Prakarsa Perubahan sebagai Landasan Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan sukses diselenggarakan pada Selasa, 28 Juli 2026.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sampang, Bapak Mas'udi Hadiwijaya, S.Pd., M.Pd., beserta Komite sekolah, kepala sekolah, serta tenaga pendidik.
Agenda yang berlangsung secara khidmat dan interaktif ini dirancang untuk menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan sekolah dalam merumuskan kurikulum yang adaptif, berorientasi pada murid, dan relevan dengan tantangan zaman.
Beberapa poin utama yang dibahas dan dipaparkan dalam kegiatan ini meliputi:
Evaluasi & Reorientasi Visi-Misi: Meninjau kembali cita-cita besar satuan pendidikan agar tetap selaras dengan kebijakan pendidikan nasional serta karakteristik peserta didik di Wilayah Kabupaten Sampang.
Penyusunan Prakarsa Perubahan: Mengidentifikasi kekuatan (strength) dan peluang (opportunity) yang dimiliki sekolah untuk merancang aksi nyata perubahan pembelajaran yang berfokus pada murid.
Landasan Kurikulum Satuan Pendidikan: Memastikan seluruh dokumen dan implementasi Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) bertumpu pada visi, misi, dan prakarsa perubahan yang telah disepakati bersama.
Dalam arahannya, Bapak Mas'udi Hadiwijaya, S.Pd., M.Pd. menekankan pentingnya sinergi dan komitmen nyata dari seluruh elemen sekolah. Visi dan misi tidak boleh hanya sekadar menjadi pajangan di dinding, melainkan harus hidup dan terintegrasi dalam setiap kegiatan pembelajaran sehari-hari.
"Kurikulum yang kuat berawal dari penyelarasan visi dan misi yang jelas. Prakarsa perubahan adalah mesin penggeraknya, sehingga setiap proses belajar mengajar benar-benar berdampak positif bagi tumbuh kembang siswa," ujar Kacabdin Sampang dalam sambutannya.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan setiap satuan pendidikan di Kabupaten Sampang dapat mengimplementasikan kurikulum yang berbasis karakter, inovatif, serta mampu menjawab kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
Kolom Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Tanggapan